Berdasarkan cerita-cerita kuno, mitos dan legenda yang bercampur baur menjadi satu, didapat istilah keturunan Yan Huang atau yang menjadi suku HuaXia atau cikal bakal suku Han.
Yang menjadi pandangan umum dan berdasarkan catatan-catatan historis maupun legenda serta mitos adalah suku yang bermarga Ji dan dipimpin oleh Huang Di, bertempat di daerah ShaanXi dan suku bermarga Jiang, dipimpin oleh Yan Di. Kedua suku ini kemudian berseteru dan disebut perang Ban Quan 阪 泉。Suku yang dipimpin Yan Di kemudian kalah dan digabungkan menjadi satu suku. Kemudian Huang Di juga menaklukkan suku-suku sekitarnya.
Mitologi penciptaan
Bangsa Tionghoa mungkin satu-satunya bangsa yang tidak terlalu memperdulikan kisah mitos penciptaan seperti mitos-mitos penciptaan yang ada pada bangsa-bangsa lain. Kalaupun ada lebih bersifat filosofis seperti yang termaktub dalam kitab Yi Jing atau perubahan. Hal ini akan mempengaruhi filsuf-filsuf selanjutnya dan para filsuf mencoba membuat suatu pemikiran yang lebih bersifat filosofis dibandingkan dengan mitos-mitos. Misalnya Lao Zi, Lie Zi, Huai NanZi, Xun Zi dan lain-lain. Rata-rata menuliskan mengenai Hun Tun (Chaos) atau suatu konsep yang tidak terkatakan (abstract) dan Yin Yang. Hal ini terlepas dari pemikiran purba bahwa Huang Di sebagai pusat dari segalanya atau juga merupakan penguasa seluruh alam dan para DI (kaisar purba) lainnya.
Walau demikian diluar dari pemikiran filosofis dan pemahaman mereka terhadap DI dan para DI pendahulu, masih ada mitos-mitos lain yang berkembang kemudian.Ada 2 mitologi penciptaan alam dan manusia yang berkembang dalam masyakarat Tionghoa. Yang 1 adalah Pan Gu dan dipercaya bahwa mitologi ini timbul pada masa pasca dinasti Han (masa Tiga Negara) dan disebarluaskan oleh orang negeri Wu.Kisah NvWa sendiri amat menarik dan ada kemungkinan berasal dari Yunnan dan mungkin merupakan sisa-sisa dari budaya Maternalistik. Perlu kita ketahui bahwa 20 marga awal dari bangsa Tionghoa memiliki karakter atau tulisan wanita.
Disini akan dituliskan 2 kisah penciptaan yaitu Pan Gu dan NvWa.
Pan Gu
[Foto Ilustrasi : Pangu , ancient-origin.net]
Alam semesta ini diciptakan oleh Pan Gu. Ia dikatakan terlahir dari sebuah telur dengan memiliki sepasang tanduk, dua gading, serta tubuh yang berbulu. Diceritakan bahwa Pan Gu telah menciptakan alam semesta ini dari batu karang yang melambangkan kekacauan selama 18.000 tahun. Kisah penciptaan Tiongkok lainnya mengatakan bahwa alam semesta ini berasal dari mayat Pan Gu. Matanya menjadi masing-masing matahari dan bulan, darahnya menjadi sungai-sungai, rambutnya berubah menjadi tumbuh-tumbuhan, dan dagingnya menjadi bumi ini. Manusia berasal dari parasit-parasit yang merayapi tubuhnya.
NvWa
[Foto Ilustrasi : Nv Wa , nyu.edu]
NvWa kemudian menggunakan ranting tanaman merambat dan mencelupkan ke dalam rawa-rawa kemudian menggoyangkannya. Lumpur yang menetes dan jatuh ke tanah itu menjadi manusia. Ia pula yang merancang tata cara perkawinan dan menjadi mak comblang semua manusia untuk melanjutkan keturunan.
Diriwayatkan pula bahwa ia telah memperbaiki langit dari kebocorannya. Kebocoran langit tersebut, disebabkan oleh pertempuran antara dewa air (Zhu Rong) dan dewa api (Gong Gong). Dewa api yang kalah kemudian membenturkan kepalanya ke dinding langit sehingga berlubang besar danm air dengan derasnya mengguyur ke bumi. Hal ini merupakan penyebab bencana air bah yang melanda umat manusia pada masa itu.