Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini memiliki hubungan dan kesadaran. Rawatlah dan jagalah hubungan ini demi kebaikan laksa mahluk. Dalil Agama Dao.
Author: Ardian Cangianto
Mitologi Monster Nian dan Perayaan Imlek
StandardAda cerita mengenai NIAN dalam buku Jingchu sui shi ji , catatan kebisaan tahun baru Jingchu yang dibuat di jaman Dinasti Selatan (420-589 BE) dan ditulis oleh Zong Lin (501-565 BE). Jadi bisa dibilang cerita-cerita mengenai NIAN monster itu tidak setua yang dibayangkan.
Ilustrasi : Gambar Nian , Youtube
Pembelajaran Dan Berlatih Sebagai Sarana Untuk Keutamaan
StandardKenapa orang beragama masih melakukan korupsi, padahal semua agama mengajarkan moral? Jawaban yang paling klasik adalah karena dosa, lobha, dan moha, dan saat ini agama lebih banyak hanya sekedar label belaka.
Ilustrasi : Infografi Korupsi , Media Indonesia
Barongsai Tampah – Pixiu Shi 貔貅獅
StandardBarongsai Tampah (pixiu shi 貔貅獅) adalah barong khas dari orang Khe yang jaman dahulu pernah tampil di permukaan Nusantara ini, tapi kemudian melenyap seiring dengan aturan-aturan yang membatasi tradisi orang Tionghoa. Continue reading
Feng Yin – Membungkus Atau Menutup Stempel
StandardIlustrasi Foto : Toapekong Naik – Sumber CNN
Ada suatu pandangan pada masyarakat bahwa pada tanggal 23 malam – bulan 12 Imlek disebut sebagai “Toapekong Naik” .
Uang & Perspektif Budaya -Filsafat Tionghoa – Part 1
StandardUang sebagai alat tukar lahir karena adanya komoditas hasil produksi yang mana hasil produksi itu tidak dikonsumsi oleh produsen tapi oleh orang lain[3]. Dengan demikian maka fungsi uang awalnya sebagai alat tukar yang memudahkan transaksi ekonomi sudah dikenal dalam berbagai peradaban termasuk peradaban Tiongkok.
Uang & Perspektif Budaya -Filsafat Tionghoa – Part 3
Standard
Orang Tionghoa mengenal pepatah “uang bukan serba bisa tapi tanpa uang berlaksa hal tidak bisa ( dikerjakan)” ( 錢不是萬能 沒錢萬萬不能 ). Jaman sekarang, masyarakat sudah terlalu mengagungkan materi. Segala sesuatu yang ada memiliki nilai sehingga seolah-olah tanpa uang tidak bisa hidup.
Tionghoa Dungkek Dan Pulau Madura
StandardTionghoa Dungkek dan Pulau Sapudi (Pulau Madura) dan
Makna Kubur Berbentuk Perahu
Ardian Cangianto
ABSTRAK
Kedatangan masyarakat Tionghoa ke Nusantara sudah berlangsung selama ribuan tahun lamanya dan hubungan antara Tiongkok dengan kerajaan-kerajaan Nusantara dicatat pertama kali dalam “Kronik Han”. Dengan adanya catatan itu menunjukkan berlangsungnya arus migrasi baik dari Nusantara maupun dari Tiongkok. Continue reading
Uang & Perspektif Budaya -Filsafat Tionghoa – Part II
StandardEkonomi menopang dan menghancurkan kekuasaan
Jizi 箕子 (± 1100 BCE) saat ditanya oleh raja Zhou Wuwang mengenai perdagangan, dijawab bahwa ada delapan urusan pemerintah, antara lain yang pertama adalah makanan dan yang kedua adalah komoditi (barang dagangan)[1]. Barang dagangan yang dimaksud adalah barang produksi pertanian maupun peternakan, misalnya sutra, kulit binatang, keranjang ayaman dan sebagainya.
Ini menunjukkan bahwa perekonomian adalah hal yang amat penting dalam mengatur negara. Pemikiran Jizi ini ditambahkan oleh Kongzi bahwa semua yang bersifat profit atau keuntungan harus bersifat adil. Jika tidak ada keadilan dalam mengejar keuntungan maka yang timbul adalah amarah. Negara dalam hal ini memegang peranan penting dalam mengatur keadilan itu. Kongzi sendiri menyatakan bahwa “ semua tindakan yang mengutamakan profit akan menimbulkan dendam” ( 放于利而行多怨). Agar tidak terjadi pergesekan antara kalangan kelas atas dengan kelas bawah, maka perlu adanya suatu system keadilan dalam meraih keuntungan. Pemikiran ini dapat dilihat dari pemikiran Kongzi tentang konsep keuntungan dan peranan pemimpin yang harus adil[2]. Peranan ekonomi dalam menstabilkan negara dan menjaga ketertiban umum dapat dilihat dari pepatah bahwa “rakyat yang terutama bagi yang menjadi raja ( pimpinan ), makanan yang terutama bagi rakyat” ( 王者以民為天 民以食為天 )[3].
Pernikahan Dalam Tradisi Tionghoa – Part 1
StandardKelahiran, pernikahan dan kematian itu adalah tiga hal penting dalam kehidupan manusia dan tentunya dalam budaya Tionghoa juga menjadikan ketiga hal itu amat penting bahkan sacral. Umumnya kelahiran dan pernikahan disebut peristiwa merah 紅事 dan kematian disebut peristiwa putih. Merah dan putih ini dalam pengertian kosmologi Tionghoa kurang lebih adalah yang merah itu bermakna dinamis, gerak sedangkan putih itu bermakna kematian, kaku. Dan dalam kosmologi lima unsur dan arah, merah itu adalah selatan, api; sedangkan putih itu adalah barat, logam. Jadi tidak perlu heran jika dalam banyak hal yang terkait dengan kebahagiaan itu orang Tionghoa menggunakan warna merah termasuk upacara pernikahan.