Tiga Raja dan Lima Kaisar (4) – Khazanah Tiongkok Purba & Peran Modern

Standard

 

Tiga Kaisar & Lima Raja yang sering disebut sebagai San Huang Wu Di merupakan suatu kepercayaan turun temurun dan dicatatkan pada kisah Shi Ji atau catatan sejarah oleh Sima Qian.

Ada banyak versi mengenai San Huang, tapi sebelumnya kita mengenal terlebih dahulu 2 orang purba yang dianggap menjadi peletak dasar kebudayaan atau suatu era perubahan.

You Chao 有巢 adalah masa atau tokoh yang dianggap memperkenalkan pembuatan rumah dan ini adalah masa purbakala.

Sedangkan Shui Ren 燧人 dianggap yang memperkenalkan pembuatan api. Seorang filsuf, Han FeiZi 韩非子 menyatakan jasa Shui Ren dalam meletakkan peradaban manusia dalam tulisannya.

Selain itu, pada kitab Shi Lu 史路, Li Ji 礼记 juga menuliskan hal yang sama. Zhuang Zi juga menyebut You Chao dalam kitabnya.

Adapun ketiga kaisar tersebut adalah:

  1. Shui Ren FuXi ShenNong 遂人 伏羲神农
  2. FuXi NvWa ShenNong 伏羲 女娲 神农
  3. FuXi ZhuRong ShenNong 伏羲 祝融 神农
  4. FuXi ShenNong Gonggong 伏羲 神农 共工
  5. FuXi ShenNong Huang Di 伏羲 神农 黄帝

Banyaknya sebutan atau tokoh-tokoh yang berbeda untuk ketiga kaisar merupakan hal yang lumrah dan kemungkinannya adalah suatu era. Pada buku ini lebih difokuskan kepada 3 kaisar pada urutan dua diatas yaitu FuXi NvWa ShenNong 伏羲 女娲 神农.

NvWa dipercaya bahwa Beliau-lah yang meletakkan kesusilaan. NvWa dengan FuXi dipercaya adalah kakak adik yang menjadi suami istri. Dan sering digambarkan sebagai manusia bertubuh ular.

Mitologi Nuwa

Fuxi mengajarkan seni bertani dan membuat jala bagi rakyat sekitarnya serta membuat sistem perhitungan dan administrasi pemerintahan. Secara mitos dipercaya Fu Xi yang membuat Ba Gua.

ShenNong dianggap sebagai penemu alat membajak, mencobai tanaman untuk dilihat khasiatnya, membuat gerabah, membuat alat musik qin.

DEWA SHENNONG

Mengenai Huang Di atau Kaisar Kuning mungkin perlu dijabarkan lebih luas. Masyarakat Tionghua mengakui bahwa diri mereka adalah keturunan Huang Di, dan banyak buku-buku klasik menuliskan mengenai Beliau.

Hal ini makin mengukuhkan pandangan bahwa orang-orang Tionghua adalah keturunan Huang Di (Yellow Emperor).

Sebutan Kaisar Kuning (Yellow Emperor) merupakan suatu bentuk penghargaan bagi Beliau. Dalam kitab Wei NanZi ditulis bahwa makna kuning adalah bumi yang maha luas.

Buku itu juga menuliskan bahwa bumi maha luas ada 5 kaisar yang berkuasa dan berkaitan dengan 5 unsur serta arah. Kaisar Timur menguasai kayu, Kaisar Selatan menguasai api, Kaisar Timur menguasai logam, Kaisar Utara adalah air dan Kaisar yang di Tengah itu menguasai tanah.

Huang Di memiliki seorang pembantu yang amat luar biasa, yaitu Hou Tu (dewa yang menguasai bumi) dan menguasai tanah/memerintah tanah 8 penjuru.

Dan karena tanah di Tiongkok berwarna kuning maka Kaisar di Tengah disebut Kaisar Kuning.Legenda menceritakan bahwa Huang Di pernah kegunung Tai Shan dan menemui semua Gui Shen naik kereta yang ditarik gajah dan ada 6 nagabanjir atau naga air tawar (jiao long) mengikutiNya dibelakang.

(Catatan: Pandangan bangsa Tiongkok terhadap roh orang mati, yang jahat menjadi gui dan yang baik menjadi shen. Semuanya berkumpul di gunung Tai Shan. Pada kitab San Hai diceritakan bahwa dulu semua roh-roh jahat berkumpul di gunung Kun Lun).

Banyak para ahli sejarah, berdasarkan penemuan-penemuan arkeologi, yang beranggapan bahwa Huang Di menggunakan liong sebagai totem (tu teng) lambang persatuan, terutama setelah Beliau berhasil menyatukan suku-suku lain dan mengalahkan Che You.

Hal ini juga yang membuat orang-orang Tionghua beranggapan bahwa diri mereka adalah keturunan naga/liong.Di propinsi Shaan Xi, ada kabupaten yang disebut kabupaten Huang Di Ling atau kuburan HuangDi.

Kitab Si Ji juga menuliskan bahwa Huang Di dikuburkan di gunung Qiao (kuburan Beliau sekarang).Pada hari Qing Ming / Ceng Beng banyak orang-orang yang berdatangan ke kuburan Huang Di untuk memberi penghormatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.